Mencari Kebenaran – Perjalanan Haji Ismail

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillahir rahmaanir raahiim

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Ihdinash shiraatal mustaqiim

Tunjukilah kami Jalan Yang Lurus

Bagian 1 – Menemukan Makna Surah Ali Imran

Kisah ini dimulai ketika Yusuf menghadiri pemakaman dan berbicara dengan seorang imam senior, Haji Ismail. Yusuf bertanya tentang ayat-ayat Alquran, khususnya Surah Ali Imran ayat 42–55, dan mereka bersama-sama mendalami makna ayat-ayat tentang Isa Al-Masih.

Diskusi mencakup poin-poin penting seperti:

  • Isa disebut Kalimatullah dan “terkemuka di dunia dan akhirat” (Ali Imran 45).
  • Lahir dari perawan – berbeda dari nabi lainnya (Ali Imran 47).
  • Isa melakukan mukjizat besar: menyembuhkan orang buta, sakit kusta, dan membangkitkan orang mati (Ali Imran 49).
  • Isa adalah satu-satunya yang disebut “tanpa dosa” (Maryam 19).

Bagian 2 – Apa yang Alquran Ajarkan tentang Kitab-Kitab Sebelumnya

Yusuf menanyakan: jika Taurat, Zabur, dan Injil sudah dipalsukan, mengapa Alquran memerintahkan untuk tetap mempercayainya?

  • An-Nisa 136 – Perintah untuk percaya pada Kitab-Kitab sebelumnya.
  • Al-An’am 115 – Firman Allah tidak dapat diubah.
  • Al-Ma’idah 48 – Alquran membenarkan kitab sebelumnya.
  • Yunus 94 – Muhammad diperintahkan untuk bertanya pada orang-orang yang membaca kitab sebelumnya.

Kesimpulan Yusuf: jika Taurat, Zabur, dan Injil telah diubah, mengapa Alquran tidak menyatakan demikian secara eksplisit?

Bagian 3 – Allah Menuntut Penumpahan Darah

Yusuf dan Haji Ismail mendalami tema pengampunan dosa dan pengorbanan:

  • Imamat 17:11 – Kehidupan ada dalam darah, hanya darah yang dapat mendamaikan.
  • Ibrani 9:22 – Tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan dosa.
  • Kejadian 3:21 – Allah menutupi Adam dan Hawa dengan pakaian dari kulit binatang (kurban pertama).

Bagian 4 – Kekosongan dan Ketakutan Mati

Sharif, seorang kepala sekolah, mengunjungi Haji Ismail dan mengungkapkan kegelisahan: ia sudah menjalani semua ritual Islam, tapi tetap merasa kosong, jauh dari Allah, dan takut akan kematian.

Haji Ismail mengakui bahwa ia juga merasa hal yang sama meski statusnya sebagai imam dan guru agama. Ia menyimpulkan bahwa perubahan sejati harus datang dari hati. Untuk mengubah masyarakat, harus dimulai dari perubahan hati.

Bagian 5 – Isa Al-Masih Menurut Alquran dan Injil

Diskusi Yusuf dan Haji Ismail mencakup:

  • Maryam 33 – Isa mengatakan: “Pada hari aku dilahirkan, mati, dan dibangkitkan.”
  • Ali Imran 54–55 – Allah “mewafatkan” dan “mengangkat Isa.”
  • An-Nisa 157 – Orang Yahudi tidak membunuh Isa, namun ayat ini menyisakan ruang tafsir.
  • As-Saffat 102–107 – Allah menyediakan sembelihan bagi Ibrahim; paralel dengan Isa sebagai kurban yang disediakan bagi seluruh umat manusia.

Bagian 6 – Jawaban Doa dan Jalan Lurus

Haji Ismail menyimpulkan:

“Isa adalah Kalimatullah, lahir dari perawan, tanpa dosa, melakukan mukjizat, dan diangkat ke surga. Dia adalah tanda dari Allah, Jalan Lurus (Siratul Mustaqim), dan membawa jaminan hidup kekal. Saya memilih menjadi hawariyyin Isa Al Masih.”

Penutup: Kisah ini adalah perjalanan intelektual dan spiritual yang mendalam dari seorang pemuka agama yang dengan jujur mencari kebenaran – dan menemukan jawaban dalam pribadi Isa Al-Masih.