10 “Just say NO” / “Bilang TIDAK”

 

Pendahuluan

  • Tinjau kembali apa yang telah Anda pelajari dan terapkan dari cerita-cerita sebelumnya.
  • Dalam hidup ini Anda akan selalu mendapat tekanan agar melakukan apa yang menjadi kemauan orang lain.
  • Orang-orang penting dalam hidup Anda (misalnya orang tua atau guru-guru) tentu punya berbagai harapan/ekspektasi tentang Anda: apa yang Anda lakukan, apa yang Anda pakai, di mana Anda bekerja, di mana Anda tinggal, siapa yang Anda nikahi, dll.
  • Di sosial media ada tekanan untuk menjadi yang paling banyak “disukai.” Bullying telah menjadi masalah besar.
  • Apakah Anda akan hidup menurut harapan-harapan mereka tentang Anda ataukah hidup menurut harapan-harapan Anda sendiri?
  • Anda akan digoda untuk berkompromi.
  • Bagaimana agar Anda dapat “Just say NO (Bilang TIDAK)?”
  •  

Firman

Allah membuat Yusuf berhasil dalam semua tugasnya

1 Sementara itu, Yusuf dibawa ke Mesir. Kemudian, Potifar, pegawai istana Firaun dan kepala pengawal raja, seorang Mesir, membeli dia dari tangan orang Ismail yang membawanya ke sana.

2 ALLAH menyertai Yusuf sehingga ia menjadi seorang yang berhasil dalam pekerjaannya. Ia tinggal di rumah tuannya, orang Mesir itu.

3 Tuannya melihat bahwa ALLAH menyertai Yusuf dan bahwa ALLAH membuat segala sesuatu yang dikerjakannya berhasil.

4 Sebab itu, ia berkenan pada Yusuf dan memperbolehkan dia untuk melayaninya. Ia pun menugaskan Yusuf untuk mengatur rumahnya. Segala miliknya diserahkannya ke dalam wewenang Yusuf.

5 Sejak Yusuf ditugaskan untuk mengatur rumahnya dan segala miliknya, ALLAH memberkahi rumah tangga orang Mesir itu karena Yusuf. Berkah ALLAH melimpahi segala miliknya, baik yang ada di dalam rumah maupun yang ada di ladang.

6 Maka, ia menyerahkan segala sesuatu yang dimilikinya ke dalam wewenang Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak perlu memikirkan apa-apa lagi, selain makanan yang hendak dimakannya. Yusuf adalah seorang yang bagus perawakannya dan tampan parasnya.

 

Yusuf digoda untuk berkompromi

7 Setelah beberapa waktu lamanya, istri tuannya mengerlingkan mata pada Yusuf dan berkata, “Mari, tidurlah dengan aku.”

8 Tetapi, Yusuf menolaknya. Katanya kepada istri tuannya itu, “Sesungguhnya, dengan bantuanku tuanku itu tidak perlu memikirkan apa-apa lagi di rumah ini. Segala sesuatu yang dimilikinya telah diserahkannya ke dalam wewenangku.

9 Di dalam rumah ini tidak ada seorang pun yang lebih besar wewenangnya daripada aku, dan tuanku tidak menahan apa pun dari aku, selain Nyonya karena Nyonya istrinya. Bagaimana mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berdosa terhadap Allah?”

10 Jadi, meskipun ia membujuk Yusuf hari demi hari, Yusuf tidak mau mendengarkan bujukannya untuk tidur di sisinya, bahkan sekadar untuk menyertainya.

11 Pada suatu hari, Yusuf masuk ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya. Tak seorang pun ada di dalam rumah pada saat itu.

12 Lalu, perempuan itu memegang jubah Yusuf sambil berkata, “Mari, tidurlah dengan aku!” Tetapi, Yusuf meninggalkan jubahnya di tangan perempuan itu, lalu lari keluar.

(Taurat Kejadian 39:1-12)

 

 

Pembahasan dan Penerapan

  1. Bagaimana kisah ini dapat menolong Anda “Bilang TIDAK”?
  2. Apakah Anda punya teman-teman, keluarga, guru, atau atasan yang memengaruhi Anda supaya berkompromi?
  3. Dalam situasi tersebut, apa yang dapat Anda lakukan untuk “Bilang TIDAK”?
  4. Konsekuensi apa yang kemungkinan besar akan timbul jika Anda “Bilang TIDAK”?
  5. Jika Anda ingin hidup tanpa penyesalan, apa yang seharusnya Anda lakukan?
  6. Bagaimana Anda akan menerapkan ayat-ayat ini dalam kehidupan Anda?
  7. Kepada siapa (teman-teman/keluarga) akan Anda bagikan cerita ini? Kapan?