Cara Allah Membantu Orang (2)
Penyembahan / Pengucapan Syukur
Firman Tuhan
Ayat Hafalan: “Segala keadaan dapat kuatasi karena Tuhanlah yang menguatkan aku.” Filipi 4:13
Allah Memberikan Bakat dan Keterampilan
Bahaslah: Apa yang dipelajari tentang bagaimana Allah membantu orang?
Matius 25:14–30: Allah memberikan “talenta” (bakat, keterampilan, kesempatan, dll.) sesuai kemampuan masing-masing dan mengharapkan kita mengembangkannya dengan setia. Kesetiaan pada hal kecil akan menghasilkan tanggung jawab yang lebih besar.
Allah Memakai Apa Adanya dan Mengembangkannya
Yahya 6:5–14: Isa memakai lima roti dan dua ikan dari seorang anak untuk memberi makan lima ribu orang. Prinsipnya: Allah memberkati apa yang sudah ada pada kita. Sesuatu yang kecil dalam tangan Tuhan bisa menjadi besar.
Allah Mencari Kesetiaan
Lukas 16:10: Orang yang setia dalam hal kecil, akan setia pula dalam hal besar. Kesetiaan dalam hal kecil adalah dasar kepercayaan untuk perkara yang lebih besar.
Tinjauan
- “Talenta” mencakup semua potensi dalam diri kita. Kita harus membantu orang mengenali dan mengembangkan potensinya.
- Allah memakai apa yang sudah ada — bukan menunggu sesuatu yang sempurna.
- Tuhan memberkati mereka yang setia pada hal-hal kecil.
- Orang sering hanya butuh dibimbing agar menyadari keterampilan yang sudah dimiliki.
- Abaikan suara negatif yang mengecilkan semangat.
- Kegagalan bukan akhir — itu adalah langkah menuju keberhasilan.
- Pasangan harus sepakat dalam keputusan-keputusan penting.
- Bedakan antara “tujuan” dan “cara.” Tujuan adalah arah, cara bisa bervariasi dan perlu dipertimbangkan kelebihan-kekurangannya.
Pembahasan
- Apa saja talenta yang saudara miliki?
- Apa yang saudara pelajari dari mujizat lima roti dan dua ikan?
- Bagaimana tanggapan orang lain mempengaruhi semangat saudara?
- Bagaimana menguatkan orang yang sering gagal?
- Jelaskan perbedaan antara “tujuan” dan “cara mencapai tujuan.”
Penerapan
- Saya akan… (menerapkan ayat-ayat ini dalam hidup pribadi)
- Saya akan… (menerapkannya untuk menolong orang lain)