Penerimaan
Pendahuluan
- • Tinjau kembali apa yang telah Anda pelajari dan terapkan dari cerita-cerita sebelumnya.
- • Jauh di dalam hati, kita ingin dikasihi tanpa syarat.
- • Kita ingin orang mengetahui kelemahan dan kegagalan kita namun tetap menerima kita.
- • Kita takut akan penolakan, karena itu, kita tidak bisa menjadi apa adanya. Kita berpura-pura-pura. Kita berkompromi.
- • Kita berpikir bahwa jika orang benar-benar mengenali
- • diri kita maka mereka tidak akan menyukai kita.
- • Bisakah Anda memberikan contoh apa saja yang dilakukan orang-orang agar mereka bisa diterima oleh orang lain?
Firman
Harun membuat Anak Sapi Emas
1 Ketika bangsa Israel melihat bahwa Musa belum juga turun dari gunung itu, berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya, “Ayo, buatlah bagi kami berhala yang akan memimpin kami karena kami tidak tahu apa yang terjadi pada Musa, orang yang telah memimpin kami keluar dari Tanah Mesir itu.”
2 Lalu, Harun berkata kepada mereka, “Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada di telinga istrimu, anak laki-lakimu, dan anak perempuanmu. Bawalah semua itu tertentu.”
3 Maka, seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada di telinga mereka dan membawanya ke Harun.
4 Harun menerima semua itu dari tangan mereka, meleburnya dalam sebuah cetakan dan membentuknya menjadi sebuah anak sapi tuangan. Kemudian,
berkatalah orang-orang itu, “Hai orang Israil, inilah tuhannu, yang telah menuntun kamu keluar dari Tanah Mesir!”
5 Ketika Harun melihat hal itu, dibangunnyalah sebuah mazbah atau tempat pembakaran kurban di depan anak sapi itu, lalu ia berseru, katanya, “Besok adalah hari raya bagi ALLAH!”
6 Keesokan harinya bangunlah pagi-pagi mereka, lalu mempersembahkan kurban bakaran dan membawa kurban perdamaian. Bangsa itu duduk untuk makan dan minum, lalu bangkit untuk berhura-hura.
7 Berfirmanlah ALLAH kepada Musa, “Pergilah, turunlah, karena bangsamu yang kautuntun keluar dari Tanah Mesir telah rusak kelakuannya.
8 Cepat sekali mereka menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepada mereka. Mereka telah membuat sebuah anak sapi tuangan, lalu sujud menyembahnya dan mempersembahkan kurban kepadanya sambil berkata, ‘Hai orang Israil, inilah tuhannu, yang telah menuntun kamu keluar dari Tanah Mesir!'” (Keluaran 32:1-8)
19 Begitu dia mendekati dan melihat anak sapi itu serta orang menari-nari, menyalalah amarah Musa. Ia menghempaskan loh-loh itu dari tangan dan memecahkannya di kaki gunung itu.
20 Diambilnya anak sapi yang mereka buat, lalu dibakarnya hingga habis. Digilingnya lumat-lumat, lalu ditaburkannya ke air. Setelah itu, disuruhnya bani Israil meminumnya.
21 Musa berkata kepada Harun, “Apa yang dilakukan bangsa ini terhadap
engkau sehingga engkau mendatangkan dosa yang begitu besar atas mereka?”
22 Kata Harun, “Janganlah amarah Tuan menyala-nyala. Tuan sendiri tahu bahwa bangsa ini memang jahat.
23 Mereka berkata kepada hamba, ‘Buatlah bagi kami berhala yang akan memimpin kami karena kami tidak tahu apa yang terjadi dengan Musa, orang yang telah menuntun kami keluar dari Tanah Mesir.’
24 Lalu, hamba berkata kepada mereka, ‘Siapa yang mempunyai emas, tanggalkanlah.’ Mereka pun memberikannya kepada hamba dan
hamba mencampakkannya ke dalam api, lalu keluarlah anak sapi ini.”
25 Musa melihat bahwa bangsa itu lepas kendali karena Harun menyebabkannya demikian sehingga mereka menjadi bahan hinaan di antara lawan-lawan mereka.
26 Oleh karena itu, Musa berdiri di pintu gerbang gerbang itu dan berkata, “Siapa yang memihak kepada ALLAH, datanglah aku!” Lalu, berkumpullah seluruh bani Lewi di sekelilingnya.
27 Kata Musa kepada mereka, “Beginilah firman ALLAH, Tuhan yang disembah
bani Israil, ‘Masing-masing kamu, sandanglah pedang di pinggang! Lintasilah pertemuan ini dari pintu ke pintu, lalu habisilah saudara, sahabat, dan tetanggamu masing-masing!'”
28 Bani Lewi pun menampilkan apa yang dikatakan oleh Musa. Pada hari itu terbunuhlah kira-kira tiga ribu orang dari antara bangsa itu. (Keluaran 32:19-28)
Penerapan
- Harun ingin diterima oleh siapa dan bagaimana hal ini membuatnya berkompromi?
- Apa yang Anda lakukan atau Anda katakan agar orang-orang menerima Anda?
- Apakah Anda pernah melakukan sesuatu yang kemudian Anda sesali?
- Bagaimana Anda akan menerapkan ayat-ayat ini dalam kehidupan Anda?
- Kepada siapa (teman-teman/keluarga) Anda akan membagikan cerita ini? Kapan?