Menjadi Orang yang Membantu Orang Lain

 

Penyembahan / Pengucapan Syukur:

Firman Tuhan:

Ayat Hafalan:
“Segala keadaan dapat kuatasi karena Tuhanlah yang menguatkan aku.”
(Filipi 4:13)

Ayat-ayat

Bahaslah: Apa yang dipelajari untuk menjadi orang yang bisa membantu orang lain?

 

 

Mengasihi Orang Miskin

“Siapa mengasihani orang miskin memberi pinjaman kepada Allah, yang akan membalas perbuatannya itu.”
(Hikmah Sulaiman 19:17)

Membantu Orang Miskin Seperti Membantu Isa Al Masih

“31 Pada saatnya nanti apabila Anak Manusia datang kembali dengan kemuliaan-Nya disertai para malaikat-Nya, Ia akan duduk di takhta kemuliaan-Nya.

32 Kemudian, semua suku bangsa akan dikumpulkan dan dibawa ke hadapan-Nya. Ia akan memisahkan mereka satu demi satu, seperti seorang gembala yang memisahkan domba-domba dari kambing-kambing.

33 Domba-domba akan Ia tempatkan di sebelah kanan-Nya, tetapi kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

34 Setelah itu, Sang Raja akan bersabda kepada mereka yang ada di sebelah kanan-Nya, ‘Marilah, hai kamu yang mendapat berkah dari Bapa-Ku. Terimalah warisanmu, yaitu kerajaan yang disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

35 Karena ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan. Ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum. Ketika Aku datang sebagai orang asing, kamu memberi Aku tumpangan.

36 Ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian. Ketika Aku sakit, kamu menengok Aku, dan ketika Aku di penjara, kamu mengunjungi Aku.’

37 Lalu, orang-orang saleh itu akan menjawab, ‘Ya Junjungan, kapankah kami melihat Sang Junjungan dalam keadaan lapar sehingga kami memberi Junjungan makan, atau kapankah kami melihat Sang Junjungan dalam keadaan haus sehingga kami memberi Junjungan minum?

38 Kapankah kami melihat Sang Junjungan datang sebagai orang asing sehingga kami memberi Junjungan tempat untuk menumpang, atau kapankah kami melihat Sang Junjungan dalam keadaan telanjang sehingga kami memberi Junjungan pakaian?

39 Kapan pulakah kami melihat Sang Junjungan dalam keadaan sakit atau di penjara sehingga kami menjenguk Junjungan?’

40 Kemudian, sabda Sang Raja kepada mereka, ‘Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, ketika kamu melakukan hal-hal itu untuk salah seorang saudara-Ku yang hina ini, kamu telah melakukannya untuk-Ku.’”
(Matius 25:31–40)

 

 

Merendahkan Diri Seperti Al-Masih

3 Jangan ada seorang pun yang mementingkan diri atau menyombongkan dirinya sendiri, melainkan hendaklah dengan rendah hati masing-masing menganggap bahwa yang lain lebih mulia daripada dirinya sendiri.

4 Masing-masing jangan hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, melainkan kepentingan orang lain juga.

5 Hendaklah kamu berpikir sebagaimana Isa Al-Masih.”
(Filipi 2:2–5)

 

 

Tinjauan

Orang yang mau membantu orang lain harus:

  1. Rendah hati dan rela meluangkan waktu untuk membantu dia
  2. Terbuka dan jujur tentang kelemahan dan kegagalan diri sendiri
  3. Percaya bahwa setiap orang berpotensi untuk berubah dengan kuasa Al Masih
  4. Percaya bahwa setiap orang memiliki martabat di mata Tuhan
  5. Membangun nilai diri orang yang dibantu
  6. Menahan diri dan tidak memberikan solusi kepada orang tersebut. Orang yang dibantu harus mengetahui dan melakukan kehendak Allah. Dengan kata lain, ia harus bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri dan mengambil inisiatif. Yang membantu hanya mendukung prosesnya.
  7. Merasa belas kasihan, tetapi tidak menanggung beban orang itu. Tujuan utamanya adalah membantu dia mencari jalan keluar.
  8. Jangan melakukan apa yang dia mampu lakukan sendiri.
  9. Memiliki motivasi yang murni untuk membantu orang ini.
  10. Jangan berharap balasan apa pun dari orang yang dibantu.

 

Pembahasan

  1. Apa yang harus saudara lakukan untuk menjadi orang yang membantu orang lain?
  2. Ada peribahasa, “Lebih baik berikan pancing daripada ikan. Berikan ikan dan seseorang akan memakannya sehari saja. Ajarkan cara memancing dan dia akan makan seumur hidupnya.”
    Jelaskanlah peribahasa ini dengan kata-kata saudara sendiri.

 

Penerapan

  1. Bagaimana menerapkan ayat-ayat ini di dalam kehidupan pribadi? (“Saya akan…”)
  2. Bagaimana menerapkan ayat-ayat ini untuk menolong orang lain? (“Saya akan…”)