Penjelasan 3 kebutuhan emosional utama
Pendahuluan
- • Tinjau kembali apa yang telah Anda pelajari dan terapkan dari cerita sebelumnya.
- • Manusia mempunyai tiga kebutuhan emosional utama :
- – Kebutuhan untuk menjadi bagian dari sesuatu
- – Kebutuhan akan penerimaan
- – Kebutuhan akan keberartian diri
- • Perilaku kita biasanya dilakukan untuk memenuhi salah satu dari kebutuhan di atas.
Firman
Anak bungsu menuntut warisannya
11 Lalu, Isa bersabda lagi, “Ada seorang bapak yang mempunyai dua orang anak laki-laki.
12 Anak yang bungsu berkata kepada ayahnya, ‘Ayah, berikanlah kepadaku harta yang menjadi bagianku.’ Maka, ayahnya membagikan hartanya kepada kedua anaknya itu
13 Beberapa hari kemudian, anak yang bungsu itu berkemas-kemas, lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan hartanya dengan hidup berfoya-foya.
14 Setelah semuanya habis, terjadilah kelaparan besar di seluruh negeri itu sehingga ia mulai berkekurangan.
Anak bungsu itu memalukan dirinya sendiri dan membawa aib bagi bapaknya
15 Jadi, pergilah ia bekerja pada salah seorang penduduk negeri itu, yang kemudian menyuruhnya menjaga babi- babinya di ladang.
16 Ia ingin sekali bisa mengisi perutnya dengan ampas kacang yang menjadi makanan babi-babi itu, tetapi tak seorang pun memberikannya kepadanya.
17 Setelah ia menyadari keadaannya, berkatalah ia, ‘Orang-orang upahan di rumah ayahku diberi makan berlimpah- limpah, sedangkan aku di sini setengah mati kelaparan!
18 Aku akan berangkat dan pergi kepada ayahku. Aku akan berkata kepadanya: Ayah, aku sudah berdosa terhadap Allah dan juga terhadap Ayah!
19 Aku tidak layak lagi disebut anak Ayah. Terimalah aku sebagai seorang upahan saja, Ayah!’
Bapak Menerima dan Mengampuni Anaknya
20 Maka, ia pun berangkat dan pergi kepada ayahnya. Ketika ia masih di kejauhan, ayahnya sudah melihat dia, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia berlari menemui anaknya, lalu dirangkulnya anak itu dan diciumnya.
21 Anaknya berkata kepadanya, ‘Ayah, aku berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Aku tidak layak disebut anak Ayah lagi.’
22 Tetapi, ayahnya itu berkata kepada hamba-hambanya, ‘Segeralah ambil pakaian yang terbaik, lalu pakaikan kepadanya. Masukkan cincin pada jarinya dan pakaikan dia kasut.
23 Ambillah anak lembu yang gemuk dan sembelihlah lembu itu. Mari kita makan dan bersukaria
24 karena anakku ini dulu mati, tetapi sekarang hidup kembali. Ia dulu hilang, tetapi sekarang aku mendapatkannya kembali.’ Maka, mereka semua
bersukaria.
Pembahasan dan Penerapan
- Sikap bapak dalam ibarat ini melambangkan hati Allah.
- Apa yang dilakukan anak ini yang memalukan dirinya sendiri dan membawa aib bagi bapaknya?
- Jelaskanlah keistimewaan kasih bapak kepada anaknya!
- Allah mengetahui segala yang Anda lakukan dan masih tetap mengasihimu. Apakah Anda tahu bahwa seperti inikah Allah mengasihi Anda?
- Bagaimana Anda akan menerapkan ayat-ayat ini dalam kehidupan Anda?
- Kepada siapa (teman-teman/keluarga) akan Anda bagikan cerita ini? Kapan?